Kalyana Jadwalkan konsultasi

Cari kerja cuman berbekal ijazah sarjana? Kamu butuh skill, pengalaman dan jam terbang!

Program Kalyana membantu kamu membangun skill dan pengalaman lewat project nyata, juga melatih communication skill dalam bahasa Inggris.

  • 6 bulanprogram
  • 6 siswamaksimal per kelas
  • 2x semingguonline, 60 menit

Jadwalkan konsultasi gratis

Memuat kalender… Atau buka di cal.com

Realitanya

Lima hal yang akan kamu hadapi setelah lulus

Seorang pemuda duduk sendirian di ruangan gelap, wajahnya hanya diterangi layar ponsel yang ia pegang, matanya lelah dan tidak fokus. 01

Cari kerja makin susah

45.000

lulusan S1 putus asa mencari kerja. Serapan sektor formal menurun, dan pengangguran lulusan S1 ke atas 6,13% — lebih tinggi dari lulusan diploma yang 4,80%.

LPEM FEB UI, akhir 2025 · BPS, Februari 2026

Seorang pemuda bersandar menjauh dari laptop yang terbuka, kedua tangannya lepas dari papan ketik, wajahnya diterangi cahaya layar. 02

AI makin mendominasi

40%

pekerjaan global terpapar AI. 95% mahasiswa Indonesia sudah memakainya, tapi hanya 26,9% untuk kerja dan produktivitas.

Kamu tidak akan digantikan oleh AI, tapi kamu bisa digantikan oleh orang yang menguasai AI.

Richard Baldwin, WEF 2023

IMF, Januari 2024 · Chegg, 2025 · APJII, 2026

Sepasang tangan memegang gulungan ijazah dalam tabung karton di depan dada; di belakangnya wisudawan lain memegang tabung yang sama persis. 03

Banjir cum laude

4 dari 10

lulusan di wisuda UI Agustus 2026 lulus cum laude. Lulus cum laude? Jangan bangga dulu. Itu bukan lagi jadi pembeda.

detikcom, Agustus 2026

Seorang perempuan muda berdiri di balik etalase sebuah toko kecil, mengenakan seragam kerja polos, menatap ke samping tanpa ekspresi. 04

Skill mismatch

87%

merasa salah memilih jurusan. Yang dipelajari dan yang dibayar sudah berbeda.

ICCN 2017, dikutip luas, tidak terverifikasi

Deretan rapat wisudawan bertoga difoto dari belakang, topi demi topi memenuhi bingkai sampai jauh ke belakang. 05

Bonus demografi

10,75 juta

mahasiswa terdaftar, menuju pasar kerja yang sama. 2,16 juta mahasiswa baru masuk setiap tahun.

PDDikti, 2025

Yang dicari perusahaan

Lulusan yang punya skill, berinisiatif, dan sudah berpengalaman

Pertanyaannya

Bagaimana bisa mendapatkan pengalaman kerja, kalau baru lulus kuliah?

Solusinya

Selain lewat magang, pengalaman pun bisa dibangun sendiri lewat mengerjakan project riil yang menyelesaikan ‘real-business-case’. Bisa dimulai dengan membantu usaha keluargamu atau orang di sekitarmu. Bangun portofolio nyata!

Panel 1. Seorang lulusan bertoga mengangkat tinju sambil tertawa, memegang gulungan ijazah, di antara wisudawan lain. Ia berkata: Ahh akhirnya lulus juga. Keterangan: Ijazah S1 sudah di tangan. Panel 2. Lulusan yang sama bertopang dagu di depan laptop pada malam hari, di samping tumpukan surat lamaran setinggi bahu. Ia berkata: Sudah lamaran ke-40, belum ada yg balas.. Keterangan: Melamar ke mana-mana, tidak ada respon berbulan-bulan. Panel 3. Ia mengarahkan kaca pembesar ke layar laptop berisi lowongan kerja. Satu baris yang tersorot di dalam lensa terbaca: Pengalaman kerja minimal 2 tahun. Keterangan: Butuh kerja untuk dapat pengalaman. Butuh pengalaman untuk dapat kerja. Panel 4. Lulusan itu duduk tegak di meja yang sama pada pagi hari, tersenyum yakin sambil mengetik di laptop. Ia berkata: Kalau begitu, saya bangun sendiri pengalamannya! Keterangan: Berhenti menunggu diberi pengalaman. Mulai membuatnya.
Cara kerjanya

Enam bulan, dibagi dua fase

Sebelum proyek dimulai

01

Minat, bakat, potensi

Dimulai dengan mencari tahu minat, bakat dan potensi yang dimiliki, lewat tes kepribadian kami.

02

Peta menuju pekerjaan

Analisa lowongan kerja yang sesuai dengan minat itu, dan pemetaan jalannya menuju ke sana.

Lalu, dua faseAI as business solver: membangun produk digital yang memecahkan masalah nyata.

Bulan 1–3 · Fase 1

Bisnis terafiliasi

Bisnis yang dibangun di dalam atau di sekitar usaha maupun pekerjaan orang tua.

Sudah tersedia sejak hari pertama

  • Pelanggan
  • Pemasok
  • Modal kerja
  • Izin
  • Risiko nol-ke-satu dihilangkan, fokus pada eksekusi.
  • Orang tua melihat bukti kemajuan di aset miliknya sendiri.

Bulan 4–6 · Fase 2

Proyek mandiri

Passion project: proyek milik sendiri, dibangun dari nol.

Selaras dengan

  • Jurusan kuliah
  • Minat
  • Dibangun dari nol, dengan skill yang sudah terlatih.
  • Fase 1 turun ke mode pemeliharaan, tidak dihentikan.
  • Menjadi portofolio yang melekat pada identitas akademik.

Setiap minggu, dua kelas

Dua kali seminggu, 60 menit. Kelas A melatih cara menyampaikan pekerjaannya. Kelas B adalah tempat pekerjaannya dibuat.

Kelas A · Komunikasi

Seluruhnya dalam bahasa Inggris

  • Presentasi progres proyek setiap minggu, kepada mentor, rekan, dan orang tua. Presentasi mingguan, bukan ujian akhir.
  • Evaluasi dari mentor
  • Sesi lecture: wealth management, integritas, dan investasi

Indonesia berada di peringkat 80 dari 123 negara pada EF EPI 2025, dengan speaking sebagai kemampuan terlemah.

Kelas B · Teknologi

Proyek dibangun di sini

  • Agentic coding dengan Claude Code
  • Brainstorming dan riset tentang AI, bersama AI
  • Membuat otomatisasi, dan lainnya

Untuk siapa

Mahasiswa dan Gap Year

Durasi program

Enam bulan

Jadwal

2x seminggu, 60 menit

Online, bisa dari lokasi mana pun.

Jumlah per kelas

Maksimal enam siswa

Menjaga kualitas pembelajaran dan speaking time siswa

Yang dibawa pulang

Satu proyek untuk bisnis orang tua, satu proyek mandiri yang selaras dengan jurusan dan minatnya, dan portofolio berisi pekerjaan nyata.

Karya siswa

Bukan tugas kuliah. Produk yang benar-benar dipakai.

Klien: Akademi21

Acintya

Sistem ERP pendidikan yang dirancang untuk mengelola operasional Akademi21 secara terpusat. Sistem ini mencatat jadwal setiap siswa, sisa kredit pembelajaran, serta data pendaftaran dalam satu platform.

Acintya, aplikasi buatan siswa Kalyana: daftar siswa dengan kursus yang diambil, panjang paket dan sisa kredit setiap orang.
Dibangun oleh Nawfal, 20 tahun. Dipakai Akademi21 setiap hari.

Bagaimana Acintya Mengotomatisasi Operasional

Acintya mengatur rangkaian proses operasional berdasarkan jadwal kelas dan kondisi setiap siswa.

15.30

30 menit
sebelum kelas

Pengingat otomatis dikirim ke grup WhatsApp kelas untuk menginformasikan bahwa sesi akan segera dimulai.

15.55

5 menit
sebelum kelas

Tautan Zoom dikirim secara otomatis ke grup kelas.

16.00

Saat kelas
dimulai

Kehadiran dicatat dan satu kredit secara otomatis dikurangi dari saldo siswa.

16.05

Ketika kredit
tersisa satu

Sistem secara otomatis mengirimkan invoice kepada orang tua sebagai pengingat untuk melakukan perpanjangan.

16.10

Setelah
pembayaran
diterima

Siswa secara otomatis didaftarkan kembali pada paket pembelajaran yang sama.

16.15

Persetujuan
admin

Proses berhenti pada tahap ini. Admin tetap memiliki kendali untuk menyetujui pendaftaran ulang atau mengubah paket apabila diperlukan.

Acintya mengotomatisasi proses yang bersifat rutin, tanpa menghilangkan keputusan manusia pada tahap yang membutuhkan pertimbangan.

Layar Capture di Sekolah OS: guru memilih kelas, murid disetel ke Let AI decide, dan transkripsi suara guru muncul di kolom catatan.

Proyek Mandiri · Berawal dari Keluhan Seorang Guru

Sekolah OS

Guru TK kerap menghabiskan waktu hingga malam hari untuk menyelesaikan catatan perkembangan siswa dan laporan untuk orang tua.

Sekolah OS dirancang untuk mengurangi beban administratif tersebut. Guru cukup menyampaikan catatan melalui suara, kemudian AI menyusunnya menjadi catatan yang terstruktur dan laporan mingguan yang siap dibagikan kepada orang tua.

Dibangun oleh Nawfal, 20 tahun — berawal dari inisiatif pribadi untuk memecahkan masalah operasional pendidikan yang nyata, bukan sebagai tugas kuliah maupun proyek berbayar.
Halaman depan Filmie: film indie pilihan editor dengan tombol tonton dan info.

Proyek Mandiri

FilmieDalam pengembangan

Filmie adalah platform yang mengkurasi film-film indie yang tersedia di YouTube dan menghadirkannya dalam satu tempat yang khusus untuk penonton film independen.

Alih-alih harus mencari di antara jutaan video YouTube, penonton dapat menemukan film indie melalui platform yang memang dirancang untuk genre dan komunitas tersebut.

Filmie juga dilengkapi forum komunitas, sehingga pengalaman menonton tidak berhenti ketika film selesai. Penonton dapat berdiskusi, berbagi pendapat, dan membangun percakapan seputar film yang mereka tonton.

Dibangun oleh Yara, 19 tahun. Siswa Kalyana.
Jadwalkan konsultasi gratis

Kami bahas proyek apa yang bisa dibangun anak Anda.

FAQ

Apakah kelas diadakan secara offline atau online?

Seluruh kelas kami diadakan secara online

Apa yang perlu saya persiapkan untuk mengikuti kelas?

Laptop dengan webcam, koneksi internet yang stabil, Claude AI pro subscription dan akun gmail siswa (jika belum ada, boleh menggunakan akun orang tua)

Saya belum pernah menggunakan AI sebelumnya. Apakah bisa ikut?

Ya, kurikulum kami dirancang agar siswa mampu menggunakan dan memanfaatkan AI dengan maksimal.

Bahasa Inggris saya kurang lancar dan patah-patah, apakah bisa presentasi dalam Bahasa Indonesia?

Bisa, presentasi bisa dilakukan dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Akan tetapi kami sangat mendorong siswa menggunakan kesempatan kursus ini untuk melatih kemampuan Bahasa Inggrisnya.

Berapa banyak siswa di dalam satu kelas pengajaran?

Untuk menjaga minimum-speaking-time kami membatasi jumlah siswa maksimal 6 orang per kelas

Berapa lama durasi pembelajaran setiap sesi? Dan frekuensinya?

Kelas diadakan dua kali dalam seminggu dengan durasi 60 menit.

Pertanyaan lain? Jadwalkan Konsultasi